Penutupan Rakerwil, H. Ridwan Husen Sampaikan Wejangan kepada kader PKS Malut.

TERNATE – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan Penutupan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di MD Ballroom DPW PKS Malut, Selasa, (23/03/2021).

Ketua Umum DSW Maluku Utara, H. Ridwan Husen dalam sambutannya mengungkapkan bahwa rakerwil dari tanggal 19 Maret 2021 – 22 Maret 2021 berjalan dengan lancar dan terlaksana sebagaimana mestinya.

“Alhamdulillah, kita telah melaksanakan rakerwil ini selama kurang lebih empat hari, mulai dari tanggal 19 Maret 2021 – 22 Maret 2021. Kita bersyukur kepada Allah.

Kita sudah sering mendengar taujih dari pada qiyadah kita di Pusat, taujih dari Ketua Majelis Syuro, dan taujih dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).” Ungkapnya.

Mantan Ketua Umum DPW PKS Maluku Utara ini menambahkan, “Saya juga mengambil sebuah pernyataan dari Ketua Majelis Syuro, Beliau pernah mengatakan bahwa yang membuat kita menang itu karena kita dicintai oleh Allah SWT, dan kita dicintai oleh Masyarakat.

Maka, untuk memenangkan pertarungan kita di tahun 2024 mendatang, kita harus mendapatkan cinta dari Allah SWT, dan sekaligus mendapatkan cinta dari seluruh masyarakat Maluku Utara.” Ucapnya.

“Dan di ayat yang saya sampaikan tadi, ayat itu kalau kita baca falsafah dasar perjuangan kita, maka kita akan mendapatkan ayat tadi, yaitu dibagian pertama dari penjelasan tentang falsafah dasar perjuangan kita. Ungkapnya sembari menukil QS. Ali Imran : 159.”

Lanjutnya, “dengan kata lain bahwa para qiyadah kita di pusat ingin menetapkan ayat ini sebagai dasar perjuangan kita. dan yang hadir disini, saya yakin bahwa kita semua mendapatkan cinta-Nya Allah SWT.

Dan di ayat ini, Allah SWT meletakan kecintaan kita untuk mendapatkan cinta dari Allah SWT. Salah satunya adalah berlemah lembut kepada masyarakat, peduli terhadap masyarakat, melayani masyarakat, dan membela masyarakat.

“Inilah yang kemudian menjadi visi kita. Jadi visi kita ini adalah lahir dari keprihatinan kita terdapat masyarakat, kepedulian kita kepada masyarakat. Oleh karena itu, kita harus peduli terhadap orang-orang yang lemah, dan betapa banyak saudara-saudara kita yang lemah, maka kita perlu memberikan pembelaan kepada mereka sebagai kecintaan kita kepada mereka.”Paparnya.

“Yang membuat kita berhari-hari, bahkan sampai ada yang sakit, ini karena kecintaan kita terhadap masyarakat, kecintaan terhadap negeri ini, kecintaan terhadap bangsa ini, kecintaan kita kepada Maluku Kie Raha ini, dan itu kita berharap mudah-mudahan kelak kita mendapatkan kecintaan dari Allah SWT.” Harapnya.

“Kita merumuskan apa yang kemudian menjadi program-program kita, dan hari ini kita sudah bersyuro, kita sudah memenuhi apa yang diinginkan oleh Allah SWT, yakni mencintai masyarakat karena keprihatinan kita kepada mereka.

Dan kita bersyuro untuk berfikir dan bermusyawarah, bagaimana mengeluarkan mereka dari penderitaan mereka, maka yang kita lakukan selanjutnya adalah mewujudkan apa yang sudah kita rumuskan bersama.” Ucapnya.

Maka selanjutnya adalah hidup kita ini, hari-hari kita ini adalah ingin mencapai target-target tadi. Jadi untuk menciptakan hidup kita seperti ini, kita harus membangun semua keyakinan, keyakinan bahwa apa yg kita perjuangkan adalah perintah Allah, dan apa yang menjadi visi kita menjadikan Islam sebagai rahmatan Lil alamin.

Oleh karena itu, kita berjuang ini juga dalam rangka memenuhi tuntutan konstitusi kita, melanjutkan cita-cita perjuangan para pendahulu kita, melanjutkan cita-cita Bung Karno, Bung Hatta, KH. Abdul Halim, dan KH. Hasyim Asy’ari. Paparnya.

H. Ridwan Husen memberikan taujih | PKSFoto. Muhdi Kasuba

Melanjutkan cita-cita, apa yang mereka cita-citakan yg tercantum di dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, karena kita berada di jalan ini, kita telah berusaha mewujudkan cita-cita tersebut, cita-cita yang merupakan perintah Allah dan cita-cita yang merupakan cita-cita bangsa dan perintah konstitusi.

Jika kita mati dalam memperjuangkan ini, Insya Allah kita mendapatkan balasan di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, di penutupan ini, saya ingin berpesan kepada diri saya dan kita semua. Kita tinggal di Ternate, ada yang tinggal di Tidore, ada yg tinggal di Sula, yang jelas bahwa hari ini air yang kita minum, makanan yang kita makan, adalah sama dengan apa yg dulu di makan dan di minum oleh para pejuang kita. Pungkasnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.